Pakar telematika, Rismon Sianipar, akhirnya angkat bicara mengenai kontroversi keabsahan dokumen akademik Presiden Joko Widodo. Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Suara Merdeka, ia memastikan bahwa ijazah tersebut benar adanya dan tidak menunjukkan indikasi manipulasi digital.
Berdasarkan laporan tersebut, Rismon Sianipar menegaskan bahwa ijazah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Jokowi adalah dokumen yang asli. Ia menyatakan lebih memilih untuk bersikap jujur dan objektif berdasarkan keahlian teknisnya daripada harus menjadi “pahlawan palsu” demi menyenangkan kelompok tertentu yang terus meragukan dokumen tersebut.
Dalam penjelasannya, Rismon mengungkapkan bahwa melalui hasil analisis mendalam, ia tidak menemukan bukti-bukti yang mengarah pada pemalsuan. Ia pun mengajak masyarakat untuk bersikap dewasa dengan tetap berpijak pada fakta ilmiah dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Baginya, menjaga integritas profesional jauh lebih berharga dibandingkan mengikuti arus opini publik yang tidak memiliki dasar bukti kuat.


