Banyak orang mengira masyarakat Hindu di Bali berasal dari Majapahit yang lari mengungsi menjelang keruntuhannya, ini salah besar. Kerajaan Bali (Bedahulu), berpusat di Gianyar, jauh lebih tua ketimbang Majapahit. Kerajaan ini sudah eksis sejak abad 8, ratusan tahun sebelum Majapahit lahir. Artikel ini menyampaikan ringkas urutannya menuju Majapahit.
Kahuripan dan Kediri Penerus Medang Dinasti Isyana.
Pendiri Kahuripan, Airlangga (Erlangga), yang dijadikan nama perguruan tinggi di Surabaya itu, adalah anak Raja Bali (dari dinasti Warmadewa) yang menikah dengan putri Maharaja Dharmawangsa Teguh penguasa Mataram Kuno (Medang dinasti Isyana). Saat itu pusat Kekaisaran Medang berada di sekitar Jombang, setelah pada tahun 900 M oleh Mpu Sindok dipindahkan dari Prambanan, Yogyakarta, karena bencana dahsyat Merapi. Bencana inilah yang mengubur “hidup-hidup” candi Borobudur hingga baru ditemukan kembali ratusan tahun berikutnya oleh tim ekspedisi Inggris atas perintah Sir Thomas Stamford Raffles, persisnya pada tahun 1817.
Kekaisaran Medang ini runtuh akibat pemberontakan Wura-Wari yang didukung Sriwijaya Palembang. Kerajaan Kahuripan didirikan Erlangga sebagai penerus Medang. Kemudian pada tahun 1042 M Kahuripan dibaginya dua menjadi Jenggala dan Kediri (Panjalu), diwariskan ke anak-anaknya. Prabu Jayabaya (1135-1159 M) yang terkenal dengan ramalannya itu adalah Maharaja Kediri keempat. Pada 1135 Jayabaya merebut Jenggala, dijadikan bagian dari Kediri.
Pemberontakan Tumapel Mendirikan Singasari Mengakhiri Dominasi Mataram Kuno.
Kemudian di Kediri era Maharaja Kertajaya terjadi pemberontakan Tumapel tahun 1222 M pimpinan Ken Arok yang didukung kaum Brahmana. Pemberontakan ini merupakan puncak konflik antara para Brahamana melawan pemerintahan Maharaja Kertajaya. Akibatnya Kediri runtuh, lantas Ken Arok mendirikan Singasari di wilayah Tumapel. Runtuhnya Kediri ini dianggap menandai berakhirnya hegemoni Mataram Kuno (Medang Dinasti Sanjaya dan Isyana), sebab jati diri dan asal-usul Ken Arok hingga detik ini masih kontroversial.
Setelah Tarumanegara di Jawa Barat runtuh di akhir abad ke-7, pulau Jawa dikuasai keluarga bangsawan dari dinasti Sanjaya (periode Jawa Tengah) dan dinasti Isyana (periode Jawa Timur). Sanjaya dan Isyana ini sejatinya berasal dari dinasti yang sama yaitu Syailendra. Abad ke-8 hingga ke-12 tersebut merupakan era Mataram Kuno pembangun candi-candi. Kemudian pada awal abad ke-13 para bangsawan penguasa ini berkonflik dengan kekuatan politik baru pimpinan Ken Arok yang “bukan siapa-siapa”. Hingga sekarang memang belum jelas siapa itu Ken Arok.
Majapahit Berdiri di Hutan Tarik.
Singasari runtuh pada tahun 1292 M di era Kertanegara oleh pemberontakan Jayakatwang, keturunan Kertajaya. Raden Wijaya, menantu Kertanegara (mengawini tiga putrinya sekaligus), diampuni Jayakatwang setelah bersedia tunduk atas bujukan Arya Wiraraja (Banyak Wide), sepupu sekaligus penasehat Kertanegara. Jayakatwang senang, lantas Raden Wijaya diberi lahan di wilayah hutan Tarik.
Raden Wijaya kemudian membuka hutan Tarik itu dan membangun desa baru dengan pelabuhan utama di Canggu. Desa itu diberinya nama Majapahit, karena wilayah itu banyak buah maja yang rasanya pahit. Bersekutu dengan Mongolia, Raden Wijaya kemudian balik menggempur Jayakatwang dan berhasil meruntuhkannya. Pada November 1293 Raden Wijaya dinobatkan menjadi penguasa Majapahit dengan gelar resmi Kertarajasa Jayawardhana.
Bhre Kertabhumi (ayahanda Raden Patah) dilengserkan (kudeta) oleh sepupunya, yaitu Dyah Ranawijaya pada tahun 1474 M. Pusat kerajaan kemudian dipindah dari Trowulan ke Kediri. Perselisihan antara Demak melawan Majaphit terjadi setelah Bhre Kertabhumi dilengserkan. Kadipaten Demak di bawah pimpinan Raden Patah tidak mau tunduk pada Dyah Ranawijaya. Pada tahun 1475 Raden Patah menyatakan berdirinya Kesultanan Demak, terpisah dari Majapahit.
Pada tahun 1517, Kesultanan Demak di bawah kepemimpinan Pati Unus, anak Raden Patah, cucu Bhre Kertabhumi, menyerang Majapahit di Kediri. Pada saat itu Majapahit dipimpin Udara, patih yang mengkudeta Ranawijaya pada tahun 1498 M. Pada tahun-tahun sekitar kejatuhannya inilah rakyat Majapahit eksodus ke Bali minta perlindungan.
