
Antropolog terkemuka Christian Snouck Hurgronje membagi Islam di Aceh menjadi tiga kelompok, yaitu Islam Ritual, Islam Muamalah, dan Islam Politik. Terhadap dua kelompok pertama Snouck merekomendasikan untuk dibiarkan, bahkan dipiara tapi sambil diawasi. Sedangkan kelompok terakhir yaitu Islam Politik, langsung dibasmi tuntas habisi (halaman 10-12).
Begitulah bunyi “rekomendasi” Snouck dalam bukunya De Atjeher yang lantas dilaksanakan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda sehingga hasilnya pun sukses menekuk Aceh setelah dikombinasi dengan strategi devide et impera di lapangan.
Sejak itulah kalangan tertentu mengkonstruksi Snouck Hurgronje sebagai musuh Islam terbesar di negeri ini, mungkin tidak kalah besar dibandingkan Mustafa Kemal Pasha di Turki sana menurut kalangan itu.
Jika benar demikian, kata “menekuk Aceh” terdengar terlalu bombastik sebab hanya elemen Islam Politik saja yang dibasmi. Lagi pula pembagian menjadi tiga kelompok tersebut bukan hanya bisa diterapkan pada Islam di Aceh tapi seluruh dunia sepanjang waktu dan “sayap politik” bukan hanya ada di Islam.
Saat ini kelompok Islam Politik juga eksis di banyak tempat yaitu ISIS, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Hamas, Taliban, Al Qaeda, Boko Haram dari golongan Sunni dan Hizbullah dari golongan Syiah.
