
Survei oleh The Economist menjumpai bahwa 52% Republican dan 44% Democrat mengira Rusia masih komunis, padahal komunisme sudah ditinggalkan sejak Uni Soviet bubar. Bahkan Senator Republican Tommy Tuberville dari Alabama belum lama ini mengatakan invasi Rusia ke Ukraina adalah dalam rangka Putin memperluas lahan pertanian untuk menghidupi rakyatnya yang kelaparan.
Survei tersebut selanjutnya melaporkan bahwa 56% pengikut Donald Trump tidak tahu Rusia sudah bukan komunis.
Kapan Rusia Meninggalkan Komunisme.
Mikhail Gorbachev menghapus fungsi konstitusional Partai Komunis dalam rangka glasnost (keterbukaan) dan perestroika (rekonstruksi), ini belakangan menjadi pemicu bubarnya imperium Uni Soviet pada 1991. Meskipun Soviet bubar, saat ini Rusia masih menjadi negara dengan wilayah kekuasaan terbesar di dunia, partai komunis masih eksis tapi tidak berkuasa.
Pada 24 Agustus 1991 Gorbachev membubarkan Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet (CPSU) dan mundur dari jabatan Sekjen tapi tetap menjabat Presiden Uni Soviet. Pada 26 Desember 1991 pembubaran Uni Soviet resmi diumumkan, dan 1 Januari 1992 dinyatakan bahwa pengganti Uni Soviet adalah Federasi Rusia.
Berlogo bendera Rusia dan Beruang, partai penguasa sekarang di Rusia adalah Partai Rusia Bersatu (United Russia) yang berdiri sejak 20 tahun lalu berhaluan nasionalis konservatif macam Partai Republik di Amerika.
Nilai-nilai konservatif Rusia berlandaskan Kristen Ortodoks, Presiden Vladimir Putin berasal dari partai ini sejak 2004 dan menjadi ketua partai ketika didirikan. Dengan platform konservatif Kristen Ortodoks tersebut partai ini menjadi mayoritas sejak 2007.
Dalam pemilihan umum 2016 partai ini mendapat 54.2% suara, posisi kedua adalah Partai Komunis mendapat 13.3%, sisanya dibagi partai-partai gurem lainnya.
Referensi:

