Kedutaan Turki pada tahun 2021 lalu bermaksud minta ijin mengganti nama salah satu jalan di DKI Jakarta dengan Mustafa Kemal Ataturk. Menurut perwakilan Kedubes Turki di Jakarta, penamaan jalan tersebut merupakan bentuk terima kasih dan timbal balik setelah pemerintah RI mengusulkan perubahan nama salah satu jalan di Ankara dengan nama Bapak Bangsa Indonesia: Soekarno.
Tapi apa lacur, Kedutaan Turki tidak tahu bahwa Ataturk dibenci oleh “orang-orang beriman” di kawasan bekas Hindia Belanda itu. Menurut mereka Kemal Ataturk adalah musuh Islam terbesar sepanjang sejarah alam semesta. Wacana penggantian nama tersebut dalam sekejab bergulir menjadi kontroversi, dan PKS seperti biasanya berada di barisan terdepan pemrotes.
“Jika memang sangat merugikan dan menyakiti kaum muslimin, lebih baik dibatalkan pemberian nama jalan tersebut,” tegas Khoirudin, Ketua DPW PKS DKI yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta, Minggu (17/10).
Padahal Mustafa Kemal Ataturk adalah Bapak Bangsa Turki, sebagaimana Soekarno bagi Indonesia. Ataturk adalah pahlawan terbesar Turki yang menyelamatkan Turki setelah Rejim Utsmani (Ottoman) hancur lebur oleh Perang Dunia I 1914-1918 (PD I).
Dalam PD I tersebut Kesultanan Turki Utsmani bersama Kekaisaran Jerman, Austria-Hongaria, dan Bulgaria berada di pihak yang kalah melawan pihak Sekutu (Inggris, Perancis, Rusia, Italia, Romania, Jepang, dan Amerika).
Rakyat Turki memperingati hari wafatnya Mustafa Kemal Ataturk setiap tanggal 10 November.
“Pada peringatan kali ini kami mengenang jasa panglima perang kemerdekaan kami, pendiri republik kami, dan presiden pertama kami Gazi Mustafa Kemal Ataturk,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam peringatan 82 tahun wafatnya Ataturk, dikutip Daily Sabah.
Gelar “Bapak Bangsa” (Founding Fathers) diberikan sebagai penghargaan atas jasa-jasa luar biasa terkait perjuangan berdirinya sebuah bangsa. Berikut ini adalah para Bapak Bangsa yang terkenal di dunia:
- Zimbabwe: Robert Mugabe.
- Aljazair: Ahmed Ben Bella.
- Kongo: Patrice Lumumba.
- Afrika Selatan: Nelson Mandela.
- Tunisia: Habib Bourguiba.
- Arab Saudi: Abdul Aziz bin Saud.
- Republik Islam Iran: Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomeini.
- Israel: Ben Gurion.
- Palestina: Yasser Arafat.
- Turki: Mustafa Kemal Ataturk.
- Republik Tiongkok (Taiwan): Sun Yat Sen.
- Republik Rakyat Cina: Mao Zedong.
- Mongolia: Genghis Khan.
- India: Mohandas Karamchand Gandhi (Mahatma Gandhi).
- Pakistan: Muhammad Ali Jinnah.
- Bangladesh: Sheikh Mujibur Rahman.
- Indonesia: Soekarno – Hatta.
- Malaysia: Tunku Abdul Rahman.
- Singapore: Lee Kuan Yew.
- Prancis: Napoleon Bonaparte, Charles de Gaulle.
- Italia: Giuseppe Garibaldi.
- Jerman: Otto von Bismarck.
- Peru: Simon Bolivar.
- Amerika: George Washington, Benjamin Franklin, Thomas Jefferson.
- Kuba: Fidel Castro, Che Guevara.
[sourcelink link=”https://mediaindonesia.com/megapolitan/440679/pks-protes-rencana-attaruk-jadi-nama-jalan-di-dki”]
