
Zion adalah nama sebuah bukit di kampung mereka: Yerusalem, Palestina. Zionisme artinya gerakan Yahudi pulang kampung ke bukit Zion untuk mendirikan negara.
Kok sebutannya pulang kampung, pulang dari mana? Dari seluruh penjuru dunia terutama Eropa. Mereka terusir dari kampung halamannya, ribuan tahun lalu, membentuk diaspora Yahudi. di perantauan. Pertama kalinya mereka terusir ketika penguasa Babilonia Nebuchadnezzar II menguasai Palestina tahun 585 SM.
Palestina di era Perang Dunia I dijajah Turki. Setelah Palestina dikuasai Inggris di era Perang Dunia II melalui mandat Liga Bangsa-Bangsa (LBB) tahun 1920, Israel bukanlah satu-satunya yang kepingin menguasainya. Liga Arab (Mesir, Irak, Suriah, Yordania, Arab Saudi) juga berminat menjajah Palestina, tapi mereka semua keok lawan Israel. Inggris lebih memberi jalan ke Israel ketimbang “koalisi Arab” itu karena dukungannya terhadap Yahudi sudah dinyatakan dalam Deklarasi Balfour 1917.
Bermula pada 1947, resolusi PBB nomor 181 memutuskan membagi wilayah Palestina menjadi dua negara, yaitu “Palestina Arab” berdampingan dengan “Palestina Yahudi”. Liga Arab tidak setuju keputusan PBB itu. Tidak lama setelah Inggris menarik mundur pasukannya dari Palestina, Ben Gurion pada 14 Mei 1948 memproklamirkan terbentuknya negara Israel di bagian wilayah dalam Palestina yang ditentukan PBB melalui resolusi tersebut.
Liga Arab merespon proklamasi tersebut dengan langsung membentuk aksi militer yang berujung pada pecahnya perang Arab – Israel 1948. Namun hanya dalam kurang dari setahun, Liga Arab keok tak berdaya melawan Israel semata wayang.
Ringkasnya begitu awal mulanya. Persoalan jadi rumit karena klaim-klaim “kitabiyah” kelompok-kelompok keagamaan Abrahamik yang terlibat di situ. Belum lama ini malah Muhammad Bin Salman al Saud mengatakan musuh Saudi bukan Israel tapi Iran. Eksistensi Palestina ditopang oleh Fatah dan Hamas, tapi Saudi melihat Hamas sebagai tak lebih dari gerombolan teroris, sekelompok dengan Ikhwanul Muslimin.
Sementara itu dalam kalangan Yahudi sendiri juga ada golongan-golongan yang sejak awal menolak berdirinya Israel, dus anti zionist, dengan berbagai alasan religiusnya masing-masing. Kelompok ortodoks Haredim misalnya, mengatakan bahwa Yahudi dilarang mendirikan negara sebelum Sang Mesias datang.
