
Dalam rentang lebih dari 3.000 tahun, dari 3.150 SM hingga 31 SM, ada ratusan firaun berkuasa di Mesir Kuno. Dari sekitar 170 firaun, beberapa di antaranya perempuan. Firaun yang berkuasa paling lama, dan termasuk paling sukses, adalah seorang perempuan bernama Hatshepsut.
Lahir di Thebes tahun 1508 SM, firaun perempuan ini sukses memerintah selama 20 tahun pada abad ke-15 SM. Mesir di bawah pemerintahan Firaun Hatshepsut sangat makmur. Beda dengan penguasa Mesir Kuno lainnya, dia lebih memilih membangun ekonomi ketimbang berperang menaklukkan daerah-daerah baru.
Kuil pemakaman Hatshepsut, diberi nama Deir el-Bahri, di Tei Barat sungai Nil, adalah bukti arkeologis sebagai pemerintahan terbesar di Mesir. Konstruksi relief dan kompleks pemakamanan menjadikan kuil itu salah satu mahakarya arsitektur paling mencolok di dunia. Kuil Hatshepsut kemudian dijadikan tempat suci Dewa Kematian Anubis, Dewi Kesuburan Hathor, raja para dewa Amun, dan Dewa Matahari Re.
Deir el-Bahri dianggap sebagai salah satu keajaiban arsitektur Mesir Kuno, tempat bagi Firaun Hatshepsut memamerkan prestasi sebagai penguasa Mesir. Mesir menjadi damai makmur selama 20 tahun pemerintahan Hatshepsut. Tapi, tidak seperti Cleopatra (firaun terakhir yang juga perempuan), Hatshepsut bukan ikon kecantikan yang dikenal legendaris hingga abad milenial sekarang ini.



